Suatu masa dimasa silam, aku pernah
berjuang sekuat-kuatnya untuk seseorang, sampai dirasa nyawa ini rela aku
pertaruhkan demi dirinya. Bahkan separu warasku terabaikan. Aku menjadi apa pun
asal dia bisa bahagia, agar dia bisa nyaman dan agar dia tetap bersamaku. Waktu
itu aku membutakan mataku sebuta-butanya dari pesona dunia hanya agar sosoknya
tidak lepas dari pengawasanku, menjadi tuli untuk perkara yang melemahkan
perasaan. Tidak memperdulikan berbagai perkataan orang lain tentang kamu atau
tentang kita, membiarkannya berlalu selayaknya terpaan angin pada tanaman, asal
tak membuat rusak keadaan. Aku selalu ingin dirinya, keluar dari duniaku
sendiri dan mencoba berbaur dalam dunianya, pernah berusaha begitu keras untuk
selalu membuatnya kokoh berdiri. Hingga, tersungkur aku setengah mati, bahwa
yang aku dapatkan hanya ketidak pedulian.
Aku menyediakan tempat senyaman-nyamannya untuk dia singgahi, seluas-luasnya untuk ia tempati. Begitu besar harapan dia akan betah berlama-lama ditempat yang telah aku sediakan.