Jumat, 01 Juni 2018

Usaha Melupakan Adalah Bunuh Diri Paling Terencana


Suatu masa dimasa silam, aku pernah berjuang sekuat-kuatnya untuk seseorang, sampai dirasa nyawa ini rela aku pertaruhkan demi dirinya. Bahkan separu warasku terabaikan. Aku menjadi apa pun asal dia bisa bahagia, agar dia bisa nyaman dan agar dia tetap bersamaku. Waktu itu aku membutakan mataku sebuta-butanya dari pesona dunia hanya agar sosoknya tidak lepas dari pengawasanku, menjadi tuli untuk perkara yang melemahkan perasaan. Tidak memperdulikan berbagai perkataan orang lain tentang kamu atau tentang kita, membiarkannya berlalu selayaknya terpaan angin pada tanaman, asal tak membuat rusak keadaan. Aku selalu ingin dirinya, keluar dari duniaku sendiri dan mencoba berbaur dalam dunianya, pernah berusaha begitu keras untuk selalu membuatnya kokoh berdiri. Hingga, tersungkur aku setengah mati, bahwa yang aku dapatkan hanya ketidak pedulian.



Tiada tempat yang benar-benar sepi, hanya perlu waktu untuk dibuat nyaman lalu ramai.



Aku menyediakan tempat senyaman-nyamannya untuk dia singgahi, seluas-luasnya untuk ia tempati. Begitu besar harapan dia akan betah berlama-lama ditempat yang telah aku sediakan.
Share: