Bagiku tidak bisa menerima kenyataan
tentang masa lalu atau membenci masa lalu hanya untuk orang yang lemah hatinya.
Bagaimana pun masa lalu hadir untuk menjadikan diri kita yang sekarang ini,
bukan salah masa lalu jika kita menjadi diri kita yang seperti ini, tapi salah
diri ketika tidak bisa memperbaiki menjadi lebih baik dari masa lalu yang telah
dihadapi, orang yang membenci masa lalu tidak akan bisa menerima apalagi
memaafkan. Menjadikan masa lalu sebagai bentuk kesalahan, namun bukan untuk
dikoreksi dan dijadikan sebagai pelajaran. Mengerti bahwa langit mendung bukan
berati pertanda akan turun hujan, ia hanya mengisyaratkan agar kita bersiap
diri ketika hujan benar datang atau mengucap rasa syukur ketika keindahan pelangi
ditampakan. Mendung meneduhkan semesta. Namun kadang membuat khawatir seluruh
penghuni bumi agar segera mencari tempat perlindungan untuk berteduh kalau
hujan jadi untuk singgah membasahi dataran bumi, beberapa orang lainnya ada
yang mengkhawatirkan jemurannya, mengkhawatirkan kemacetan, mengkhawatirkan
setiap pijakan diantara setiap senti kubangan, mengkhawatirkan rindu yang siap menelusuk
untuk membasahi pipi-pipi para pengingat kenangan dengan derai air mata.
Kita pernah sedekat jemari dengan kaca jendela dikala
hujan turun, hingga akhirnya memaksa diri untuk membuat jarak. Waktu membuat
tanya, apakah rasamu masih ada atau telah tiada dan hanya meninggalkan cerita?.
