Perasaan membawaku kerelung penantian penuh pengharapan, entah tawa yang
berujung bahagia, atau rasa sakit yang berujung pahit, aku masih saja terduduk
dipelataran, ditemani kepulan asap kopi yang masih menguap diantara bayang
kenangan, juga rintik air hujan sebagai pertanda langit sedang dilanda pedih,
ah sungguh teman yang sangat setia, bahkan keadaannya pun sama, aku merasakan
apa yang langit rasakan, mengumpulkan semua uap panas dan menimbunnya ditempat
yang disembunyikan, entah oleh perasaan entah oleh pengharapan, kemudian
membuncah mengeluarkan segala isi dengan derai air yang jatuh berserakan.
Temaram langit senja mencirikan dirimu, indah namun perlahan menghilang | dipotret oleh @Luthfi
Sudah separuh hari langit tak berhenti menangis, mungkin luka yang dia
rasakan teramat



