Diakhir bulan September
kau hadir sebagai satu-satunya pencipta bahagia, menawarkan beribu bahagia,
yang kau suguhkan dalam setiap pesan yang kau kirim lewat whatsapp, aku yang memulai obrolan kala itu dengan balasan yang memancarkan
gelak manis meronai senyuman tipis, kita berbahagia kala itu, aku yakin, walau
tidak secara langsung mengetahui raut wajahmu, namun aku yakin kau sama
bahagianya denganku.
pelabuhan salah satu pengantar bahagia karena temu atau sedih karena pisah
Hari itu, diakhir
bulan september, kita adalah sepasang bahagia yang menyatu oleh aplikasi,
menatap layar dengan begitu serius, saling mencipta kalimat balasan agar
obrolan tak putus,